Hasil Teknik Pengumpulan Data


1.      Hasil wawancara :
Assalamualaikum Wb. Wr
            Pada kesempatan ini saya akan melakukan wawancara dan observasi untuk memenuhi tugas penelitian kuantitatif tapi dalam hal ini saya hanya menggunakan teknik wawancara secara terstruktur dan tak struktur. Yaitu menegenai dampak virus corona bagi pedagang pasar tradisional di daerah lingkungan saya.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Nama : Mega hanim makmuria
Dosen pengampun : Charis Rizqi Pradana, S. Sos. I,
Matakuliah : penelitian kuantitatif
Semester : 4
 MASALAH : Keluhan pedagang pasar desa wedoro karena dampak covid’19

 
                                    Ilustrasi : pasar wedoro, sidoarjo

                                    Pedagang pasar salah satu menjadi salah perkerjaan yang berdampak oleh wabah virus corona. Rata  – rata pendapatan / penghasilan perhari para pedagang turun dari biasanya.
                           Salah satunya ( MA) nama samaran, yang menjual sembako diderah pasar wedoro masjid, sidoarjo  dia mengaku penjualannya menunrun dalam beberapa hari ini, karena pengunjung pasar beberapa hari ini sejak berlakunya imbauan  dari pemerintah untuk berdiam diri dirumah .
                           Tapi sebelum ada himbauan ini penjualan meningkat terutama pada awal diberlakuannya imbauan menetap dirumah.  Karena banyak yang mencari sabun, obat – obatan,beras, miyak,  cairan pembersih sampai ludes. Ucapnya
                           Dan dari imbauan diam diri di rumah mulai berlaku , penjualannya mulai merosot ia khawatir, dirinya serta berdagang dipasar bisa terus merugi apabila imbauan itu terus berjalan.
                           “ gimana lagi mbak mau ngak jualan anak suamiku tak kasih makan apa? suami Gini aja saya alhamduliah karena ada yang buat makan tiap hari dan uang jajan anak – anak. Apalagi virus ini ngak tau kapan berakhir ‘’ ( ungkapnya).
                          ( MA) mengaku kini pengelohan pasar kini berkerja sama dengan aparat desa. Untuk membuat langkah – langkah antisipasi di pasar, ia mengaku disudut – sudut pasar telah disediakan sabun dan pencuci tangan buat pengunjung. Dan jika ada pengunjung tidak memakai masker biasanya saling mengiatkan dan dihimbau untuk jaga jarak,
                           “Mudah – mudahan wabah ini cepat hilang mbk.” Biar bisa beraktivitas seperti biasanya ( ujarnya),
Hasil wawancara berstruktur.
1.      Apa alasan ibu berkerja menjadi pedagang ?
   “karena dari dulu saya ngak suka kerja ikut orang mbk,  walaupun ngak seberapa tapi insyallah barokah. “
2.      Dimana biasanya  ibu berjualan ?
   “ya drmh saja trus buka lapak di pasar pagi”
3.      Pukul berapa biasanya ibu muali berjualan ?
   “ setelah sholat subuh sampai jam 09.00 pagi (sampai pasar tutup)”
4.      Apakah perolehan bapak sudah cukup untuk kebutuhan sehari – hari ?
   “ ya alhamduliah mbk, insyallah barokah kalau ngak y dicukup – cukupkan lah apalagi dampak dari virus ini bisa buat makan aja sudah syukur saya”
5.      Apa barang – barang yang bapak  perdagangkan?
   “ ya macam – macam sembako dan beberapa alat kebersihan”
6.      Biasannya siapa saja yang membantu ibu berjualan ?
   “ ya suami saya mbk lah kita merintis bersama – sama anak saya kalau sabtu minggu juga bantu karena libur sekolah “
7.      Gimana suka dukannya menjadi ibu berjualan ?
   “ yang seneng mbak berjualan sudah di niatin bantu orang tetapi dengan adannya covid “19 ini pasar jadi sepi kasian para pedagang karana ada himbauan dari pemerintah , ohhh iyh dukanya itu  kenaikan harga sewaktu – waktu jadi pusing saya hehehe. Karena juga bapak yang compalin.
8.      Apa yang menjadi harapan ibu kedepannya ?
   “ ya untuk saat ini mudah – mudahan corona pergi, biar semua kembali semua dan pasar semakin rame  karena ini salah satu pemasukkan saya  mbk untuk suami dan anak makan  sehari – hari
2. Hasil observasi .
                             

                            Hasil observasi pasar wedoro masjid  sidoarjo yang saya lakukan pada tanggal 15 april 2020, yaitu dengan mengumpulkan berbagai hasil wawancara pedagang dipasar wedoro ini,  selain kita melihat kondisi pasar yang sedang melakukan pengcegahan covid ’19  ini. Karena dampak dari virus ini pun banyak merugikan perekonomian pedagang kecil .
                     Walaupun operasional pasar masih normal seperti biasa  tetapi tingkat pengujung menurun dari biasannya sampai 50 persen. Karena juga sudah dihimbau oleh pemerintah untuk dirumah saja, memuat banyak orang takut, begitu juga para pedagang ada juga yang merasa khawatir dengan ancaman virus covid ’19 ini.
                     Pada saya ke pasar melihat beberapa pedagang emang mengeluh dengan keadaan ini. toko langgaan saya Biasannya melihat banyak barang.  Sekarang  kosong seperti sayur – sayuran, jagung, kol dan banyak lainnya karena dia tidak mau memasok barang lebih bayak seperti biasannya karena takutnya busuk dan merugi.
                     Dan pasar wedoro ini dekat dengan balai desa ( pelayanan masyarakat) sehingga ia bisa memantau dan memfasilitasi seperti ada beberapa tempat cuci tangan dan sabunnya dan melakukan penyemprotan desinfektan dan menghimbau masyarakat untuk memakai masker  dan selalu membersihkan lingkungan pasar.
                        Dan keluhan para pedagang dengan kondisi sepi pengunjung pasar yang semakin menurun.  Tetapi dia tetap berjuang karena tetap harus cari duit. Insyallah rezeki mah ada buat makan sehari - hari” Ujarnya  (obsevasi partisipasi )
                     Tetapi banyak strategi yang mereka buat untuk penjual gorengan taupun kue tradisional dan penjual nasi tidak membuat terlalu banyak karena ditakutkan tidak habis dan merugikan mereka. dengan adannya virus covid’19 ini banyak warga mengurangi kegiatan diluar rumah termasuk pergi ke pasar, apalagi setelah dikeluarkannya surat edaran yang dikerluarkan oleh pemerintah  #stayathome . maka itu akibatnya jumlah pengujung pasar turun drastis.banyak kerugian dalam hal ini.
                     Dan salah satu dari pedagang sembako itu berinisial MA yang selalu dibantu anaknya berjualan yang buka dari jam 4 subuh  sampai jam 9 pagi. dengan adannya virus covid’19 ini membuatnya resah karena harus menjadi tulang punggung keluarganya.  Bahkan pengeluran dengan pemasukan tidak seimbang.
                     Beberapa kondisi sekarang ini banyak yang harus diperjuangkan bukan hanya nyawa tetapi kesejateraan hidup kalau saya ngak jualan terus anak dan suami saya makan apa mbk. Syukur – syukur ada yang bisa buat makan tiap hari (sambil menundukkan kepada). “ ujarnya”  (partisipasi)

       Contoh Koesonier angket
                     Berilah jawaban pada pernyataan berikut ini sesuai dengan pendapatan Bapak/Ibu/Saudara, dengan cara memberi tanda (√) pada kolom yang tersedia dengan keterangan sebagai berikut:
SS = Sangat Setuju
TS = Tidak Setuju
ST = Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju.     
NO
PERNYATAAN
PILIHAN JAWABAN
SS
S
TS
STS
1.
Berjualan di pinggir jalan memberikan nilai tambah yang tinggi.




2.
Berjualan di pinggir jalan menyebabkan pendapatan yang diperoleh meningkat




3.
Barang yang dijual berguna dan dibutuhkan bagi
masyarakat.




4.
Barang dagangan yang dijual berpotensi menghasilkan keuntungan yang maksimal.




5.
Barang dagangan yang dijual mampu memberikan keuntungan.




6.
Harga barang yang diperdagangkan cukup kompetitif sesuai dengan harapan pembeli.




7.
Selalu berusaha membeli barang-barang yang akan dijual dengan harga yang wajar




8.
Barang dagangan yang ditawarkan selalu dalam kondisi baik (tidak basi, tidak busuk, tidak berkarat)




9.
Barang dagangan yang ditawarkan selalu memperhatikan aspek kesehatan bagi masyarakat (tidak mengandung bahan pengawet yang membahayakan konsumen).




10.
Barang dagangan yang ditawarkan selalu dalam kondisi fresh dan hygienis




11.
Barang dagangan yang dijual kepada konsumen sesuai dengan kondisinya tanpa melebih-lebihkan ataupun mengurangi.




12.
Berdagang tidak pernah mengurangi timbangan/ ukuran/ jumlah barang yang telah dibeli konsumen.




13.
Dalam berdagang barang dagangan bagus tidak pernah diganti dengan barang dagangan buruk tanpa sepengetahuan konsumen.




14.
Dalam berdagang sebaiknya selalu memberikan pelayanan terbaik pada konsumen.




15.
Barang dagangan yang ditawarkan selalu
memperhatikan aspek kesehatan bagi masyarakat
(tidak mengandung bahan pengawet yang
membahayakan konsumen).




16.
Dengan adannya wabah virus ini apa harus ditingkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan.





Contoh sumber angket :

Komentar